Signifikansi Pemahaman Multikulturalisme

dalam Membentuk Objektivitas Mencerna Informasi

 

Oleh : Fauzi Abdillah

 

Kekayaan Indonesia dengan ragam budaya membutuhkan pemahaman mendalam terkait multikultural terutama di dalam pembelajaran formal. Mengingat tidak sedikit opini yang tersebar di media massa maupun sosial media mengandung konten yang cenderung primordialis, etnosentris bahkan chauvinis. Hal tersebut jelas akan mengancam kelangsungan kehidupan masyarakat multikultural. Oleh karena itu diperlukan pribadi yang paham dengan kondisi masyarakat multikultural dan mengedepankan obyektivitas yang baik dalam mencerna informasi.

Pendidikan adalah garda terdepan untuk membendung efek negatif dari ketidakpahaman multikulturalisme dalam bermasyarakat. Nurul Zuriah dalam Model Pendidikan Kewarganegaraan Multikultural (2010,hal 12) “Pendidikan Kewarganegaraan merupakan topik sentral yang memiliki peran strategis dalam pendidikan multikultural  dengan misinya mempersiapkan peserta didik menjadi warga negara yang memiliki komitmen kuat dan konsisten untuk mempertahankan NKRI.” Pencerdasan yang dikelola oleh pendidikan Kewarganegaraan yang terfokus pada kajian masyarakat multikultural memang penting untuk memproduksi individu yang paham dengan hal tersebut. Apalagi ditengah opini masyarakat yang terdistribusikan dengan deras oleh media massa atau sosial media seperti saat ini. Terutama dari tersebarnya konten negatif yang mengancam pluralitas dimasyarakat. Dasim Budimansyah dalam Tantangan Globalisasi terhadap Pembinaan Wawasan (2010, hal 7) menyebutkan

            Tayangan televisi banyak sekali mengajarkan nilai-nilai yang menantang pencapaian misi Pkn dalam mendidik warga negara yang cerdas dan baik (Smart and Good Citizen). Tayangan televisi yang lebih mengutamakan aspek hiburan tidak berkontribusi positif terhadap pembinaan warga negara yang terdidik (Educated Citizen)

Sejalan dengan hal tersebut, fakta di social media saat ini yang didukung dengan kebebasan berpendapat, menyajikan konten yang lebih variatif termasuk yang bertendensi memecah belah. Pembentukan Opini dalam sosial media dewasa ini tidak bisa dianggap remeh, sebagai contoh antara lain kasus Bibit Candra, Koin untuk Prita, bahkan kemenangan Jokowi Ahok dalam Pilgub DKI tidak lepas dari pengaruh sosial mediam baik itu media massa maupun sosial media. Bisa diprediksikan jika justru opini atau berita yang memecah belah tersebut mendominasi issue, apalagi ditambah masyarakat pun belum tercerdaskan dalam mencerna informasi, sehingga obyektivitasnya belum hadir untuk menerima variasi berita yang tersedia. Disinilah pendidikan hadir, untuk memberikan pemahaman yang utuh tentang multikulturalisme. Sehingga bisa meminimalisir sentimen-sentimen yang sebetulnya tidak perlu ada.

Dengan hadirnya obyektivitas dan pengetahuan yang mendalam, diharapkan terciptanya sebuah kondisi dimana nilai-nilai demokratis terimplementasikan dengan baik. Sehingga pluralisme kebudayaan akan terwujud ditengah kondisi masyarakat yang multikultural. Selaras dengan itu, Berkson dalam Nurul Zuriah Model Pengembangan Pendidikan Kewarganegaraan Multikultural

            …Berpandangan bahwa masyarakat yang terdiri dari individu-individu yang beragam latar belakang agama, etnik bahasa dan budaya memiliki hak untuk mengekspresikan budayanya secara demokratis. Tetapi teori ini sama sekali tidak meminggirkan identitas budaya tertentu, termasuk identitas budaya kelompok minoritas sekalipun

Dua unsur pokok dalam menciptakan suasana yang kondusif ditengah masyarakat adalah kepahaman multikulturalisme, dengan begitu kita akan semakin menerima perbedaan sebagai Harmony bukan Enemy. Yang kedua adalah obyektivitas dalam menerima informasi, saat menyadari bahwa tidak semua berita adalah fakta, kita akan dituntut untuk segera melakukan konfirmasi dan verifikasi dengan sumber dan isi berita. Sehingga masyarakat akan jauh dari penggiringan opini begitu saja.

 

Referensi:

Budimansyah, D.  (2010) “Tantangan Globalisasi terhadap Pembinaan Wawasan Kebangsaan dan Cinta Tanah Air di Sekolah”. Journal Acta Civicus. 3 , (2) 1-10

Zuriah, N (2010) “Model Pengembangan Pendidikan Kewarganegaraan Multikultural Berbasis Kearifan Lokal dalam Fenomena Sosial Pasca Reformasi di Perguruan Tinggi” Journal Acta Civicus. 3 (2) ,11-23

Image Source : mbebeb.deviantart.com